Istri PNS Berpotensi Dapatkan Uang Bantuan hingga Rp 12 Juta

Istri PNS Berpotensi Dapatkan Uang Bantuan hingga Rp 12 Juta

Mendalaminya Uang Bantuan hingga Rp 12 Juta untuk Istri PNS: Peluang dan Tantangan.

 
Ilustasi Uang Bantuan Rp 12 Juta untuk Istri PNS/Tangkap Layar/purworejokab

Kanetas.com - Istri Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Indonesia kini berhak mendapatkan bantuan keuangan maksimal sebesar Rp 12 juta.

Inisiatif pemberian bantuan ini merupakan wujud keperdulian dari pemerintah terhadap para istri PNS.

Namun, sayangnya, syarat dan ketentuan yang berlaku untuk memenuhi kriteria penerimaan bantuan tersebut tidak selalu sesuai dengan harapan para istri PNS.

Syarat-syarat ini tercatat dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 23 tahun 2023 yang mengubah ketentuan PMK Nomor 128/PMK.02/2016 tentang Persyaratan dan Besar Manfaat Tabungan Hari Tua Bagi PNS.

Dalam peraturan tersebut, dijelaskan bahwa istri PNS berhak mendapatkan bantuan keuangan hingga Rp 12 juta dalam situasi kehilangan suami atau anak yang merupakan PNS.

Bantuan keuangan ini diberikan sebagai bagian dari program tabungan hari tua yang diikuti oleh PNS.

Mereka yang tergabung dalam program ini akan mendapatkan manfaat berupa Asuransi Kematian (Askem).

Pasal 4 PMK Nomor 23 tahun 2023 menegaskan bahwa istri PNS berhak menerima bantuan finansial maksimal Rp 12 juta, yang akan diberikan ketika suami PNS atau anak PNS meninggal dunia.

Secara spesifik, apabila suami PNS meninggal, istri PNS akan mendapatkan bantuan sebesar Rp 8.000.000.

Sedangkan, jika yang meninggal adalah anak PNS, istri bersangkutan berhak menerima bantuan sebesar Rp 4.000.000.

Penting untuk dicatat bahwa bantuan keuangan dari manfaat Askem hanya dapat diakses jika semua iuran peserta telah terpenuhi.

Jika ada tunggakan pembayaran iuran dalam periode tertentu, kekurangan tersebut akan mempengaruhi besaran manfaat asuransi yang diterima oleh PNS.

Meskipun dalam suasana duka, istri PNS dapat merasa bersyukur karena pemerintah tetap menunjukkan kepedulian dengan memberikan bantuan finansial hingga Rp 12 juta kepada mereka.***